Kamis, 25 Desember 2008




Selamat Natal

N

Tahun baru 2009

Kamis, 11 Desember 2008

Mr Tuxedo from Thailand - Jeff Lin from Malaysia - Magic Cafe Jakarta

Mr. Tuxedo
source - travelfortoday.com


Mr. Tuxedo from Thailand and Mr. Jeff Lin from Malaysia. Perform at Magic Cafe Artha Gading Jakarta.

14 Desember 2008

Ditunggu kedatangan para pecinta sulap di Magic Cafe Artha Gading lantai 5 - Jakarta.
Acara dimulai pukul 19.00 wib.


and....free charge!!

Jumat, 31 Oktober 2008

Magic Competition - Ex Plaza Indonesia -Jakarta

Indonesian Magic Competition 2008

Magic Extravaganza


Tempat : Plaza Indonesia Entertainment X’nter ( Ex) - Jakarta

Waktu : 7-8-9 November 2008


7 November 2008 : penyisihan - 18 wib
8 November 2008 : penyisihan - 15 wib
9 November 2008 : Final - 15 wib


Kategori : Parlour Magic


Jury :
Mr. Handy (Indonesia)
Mr. Mamada (Thailand)
Mr. Woldini (Indonesia)


Hadiah
Juara pertama : Rp. 3.000.000 + voucher senilai Rp. 1000.000
Juara kedua : Rp. 2.250.000 + Voucher senilai Rp. 750.000
Juara ketiga : Rp. 1.500.000 + Voucher senilai Rp. 500.000


Biaya pendaftaran : Free


Contact person : Mr Handy : Phone : 0816 1849 145



Come n Join.....!

Prove it! u r the best Magician in Indonesia


Selasa, 23 September 2008

David Blaine - newest publicity stunt 2008


David Blaine - Dive of Death




Setelah aksi terakhirnya memecahkan rekor menahan napas selama 17 menit 4 detik pada tayangan Oprah bulan April 2008, pelopor tayangan street magic : David Blaine - melakukan aksinya kembali. Kali ini di lokasi yang sama ketika Blaine melakukan aksi (publicity stunt) Vertigo, di Central Park - New York.

Jika pada aksi Vertigo beberapa tahun lalu ia berdiri selama 35 jam di atas sebuah pilar dan diakhiri dengan menjatuhkan diri di atas tumpukan kardus, kali ini Blaine menggantung dirinya secara terbalik selama 60 jam setinggi 44 kaki di atas sebuah arena ice skating di Central Park - New York - tanpa jaring pengaman. Dimulai pada 22 Sept. 2008 pada pukul 8.30 pagi waktu New York, sampai 24 Sept. 2008 pukul 9.00 malam. Tanpa tidur, makan ataupun minum.

Akankah Ia berhasil melampaui melalui tantangannya sendiri yang berisiko kehancuran organ tubuh dan kebutaan ini? Ya, aliran darah akan terkumpul di otaknya dan dapat menyebabkan kebutaan. Let's see.....till tomorrow. Dive of death



Yang lucunya - Kelly Ripa - mewawancarai David Blaine selama 5 menit untuk stasiun TV ABC di tengah aksi Blaine dengan cara yang sama, menggantung terbalik. Akankah David Blaine menjadi - David Blind - pada akhir aksinya kali ini?

video

David Blaine memulai aksinya 22 Sept. 2008


video

Kelly Ripa interview



----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Setelah 60 jam tergantung secara terbalik, akhirnya Magician David Blaine berhasil menyelesaikan misinya dengan sempurna. Rabu malam 24 Sept. 2008 (waktu New York).

Sebelum melakukan aksi berbahaya - Batman Stunt - di Central Park - New York - USA, Sang Magician sempat mendemonstrasikan aksi yang tak kalah mendebarkannya. Bullet cathcing in his mouth....



video

David Blaine - completes the mission



Minggu, 07 September 2008

Ilusi 2.0


Bagaimana jika dua ahli magis dari dua negara - Indonesia dan Singapore - berkolaborasi dan muncul dalam satu program TV?

Ilusi 2.0



Bow Vernon
&
Iron Will



Bow Vernon - Indonesia


Iron Will - Singapore

Tunggu wawancara Black Jade Magic Magazine dengan mereka di Minggu depan!

video
Ilusi 2.0

Source : Suria

Jumat, 13 Juni 2008

Demian teleportation : Jakarta - Bandung


Setelah Tayangan Demian Sang Ilusions berakhir di AN TV, Sang Illusionist yang punya "gandengan" baru ini membuat satu pertunjukan spektakuler yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh Magician ataupun Illusionist yang lain di dunia.

Jumat tanggal 13, tahun 2008 (ada arti Khusus?) Pengagum David Copperfield ini melakukan pertunjukan yang tidak masuk akal - Teleportation - memindahkan objek dari satu lokasi ke lokasi lain dalam sekejab, bak film Startrek. Penonton di rumah dapat menyaksikan langsung melalui stasiun TV TPI.

Memang Demian pernah beberapa kali melakukan teleportation, seperti dalam tayangan Demian Sang Ilusionis episode 2 pada 13 episode pertama. Kala itu Demian memindahkan sebuah mobil dengan seorang wanita dengan jarak beberapa ratus meter di suatu lokasi di jalan raya di Jakarta, juga ketika memindahkan dirinya dari tepian danau waduk Jatiluhur ke tengah danau hanya dalam sekejab.

Kali ini aksi Sang Illusionist yang pernah sukses show tunggal di Kota Medan agak berbeda sedikit. Sebuah Bola raksasa - Bola Extra Joss - yang berlokasi di sebuah Lapangan di Jakarta - Lapangan Blok S - Di Jakarta Selatan, ke lapangan Gasibu - Bandung - LIVE. Dipadukan dengan program Bolaskop Extra Joss, yakni nonton bareng pertandingan Euro 2008, saat kesebelasan Belanda melawan Perancis dan Italia melawan Romania. Dengan disaksikan puluhan ribu penonton di kedua kota tersebut. Hmmm... teleportation dengan jarak yang cukup jauh - berbeda kota- beda propinsi - memang belum pernah dilakukannya, bahkan oleh Magician Indonesia lain - bahkan di duniapun belum ada magician yang memindahkan orang sebanyak itu ke kota lain - dengan bola raksasa.

Untuk membuktikan bahwa aksinya tanpa rekayasa, Sang Illusionist bergaya metro sexual ini memilih penonton untuk ikut serta dengan cara acak. Tujuh penonton akhirnya terpilih. Untuk pembuktian lebih kuat, seorang penonton tadi diminta menunjukan KTP-nya, seorang lagi dicatat nomor seri dari uang kertas yang dimilikinya, terakhir seorang penonton diminta menulis namanya di baju bagian punggung seorang bakal penumpang "mesin" teleport ciptaan Demian.

Ketujuh calon penumpang "mesin teleport"-pun diminta memegang Bola Extra Joss Raksasa dengan diameter 8 meter, di sebuah panggung dengan ditutup matanya ( agar rahasia ilusi Demian tetap terjaga ). Sebelumnya Demian mewanti-wanti mereka agar tidak melepas tangannya dari si Bola Raksasa. Selain secara langsung di depan mata, melalui sebuah layar terbesar di Indonesia, penonton di lapangan Blok S Jakarta, dapat mengikuti jalannya proses pemindahan bola dan ke tujuh penonton yang menjadi penumpang, dan dipilih secara acak tadi ke kota Bandung - Lapangan Gasibu di depan Gedung Sate.

Dalam waktu beberapa detikpun Sang Bola dan ketujuh "penumpangnya" telah pindah ke lain kota dengan jarak 150 kilometer lebih dan berbeda propinsi, Demian sempat terlihat kelelahan setelah proses teleportation. Ups....!!Namun ada keganjilan sedikit. Dari jakarta tujuh penonton sebagai penumpang dikirim, namun selain sang bola, hanya enam penonton yang sampai. Where is the last passenger? entah karena Sang ilusionis melakukan aksinya pada tanggal 13, hari jumat, yang oleh banyak kalangan dikenal sebagai hari "horor", salah seorang penumpang laki-laki dari mesin teleport yang hilang ternyata.....nyangkut di sebuah pohon besar di lapangan Gasibu Bandung dengan mata masih ditutup kain. Atau karena sang penumpang melakukan pelanggaran karena melepas tangannya dari si Bola Extra Joss....Who knows?

Look the clips below...



video
Teleportation Jakarta - Bandung part 1



video
Teleportation Jakarta - Bandung part2


Oya, aksi Demian ini masuk dalam rekor MURI, teleportation bola terbesar dan orang terbanyak.

Minggu, 20 April 2008

Ghost Vision bikin geger Beijing

Ronald Ricardo Great Wall - China

Bermula dari melihat tayangan TV Trans 7 pada acara Djarum Black, suatu malam di bulan Maret 2008, ada liputan mengenai 2 kelompok Magicians di Bandung, Invicible 999 dan Synergy. Kalau Invicible 999, Black Jade Magic sudah pernah mewawancarinya, yaitu Denny Darko dan Abu Ace Marlo. Satunya lagi Synergy yang baru terbentuk - Ivan Christian dan Ronald Ricardo - juga merupakan pasangan duo seperti Invicible 999.

Kalau Ivan Christian atau lebih dikenal dengan panggilan Ivan Coin (sulap coinnya jago bo!) Black Jade Magic sudah pernah mewawancarinya tahun lalu sebelum terbentuknya Synergy.

Seorang personal Synergy - Ronald Ricardo - relatif baru, dan Black Jade Magic sempat menonton penampilannya secara duo bersama Ivan Coin di gedung YPK Bandung pada acara pelantikan anggota baru KSB (Komunitas Sulap Bandung) di bulan April 2008. Namun baru di awal bulan Mei ini kami ada kesempatan ber “haha hihi” di sebuah cafe di daerah Dago Bandung. Cafe yang juga merupakan kawah candra dimuka-nya sebagian pesulap pesulap muda Bandung, karena biasanya mereka mencari "korbannya" untuk latihan, ya di cafe itu. Cafe Oh La La di Dago Plaza, yang sering kami plesetkan menjadi Darko Plaza..... (Maklum Denny Darko juga banyak mengasah ilmu sulapnya disini, diawal karirnya waktu masih bareng dengan Tara Kardha).

Malam Minggu di bulan Mei ditemani hujan gerimis, kami - Jack Delab (me), Ronald Ricardo dan teman dekatnya - Eva, mengambil tempat di meja pojok di teras cafe Oh La La, Dago - Bandung. Ditemani cappucino, coffee latte, beberapa bungkus rokok dan nasi goreng (hmm.. ngga nyambung), saya memulai percakapan santai dengan personal yang kayaknya bakal naik daun sebentar lagi...

JD : Jack Delab
RR : Ronald Ricardo

JD : Kemarin di gedung YPK gw lihat penampilan Sinergy, keren euy. (Ronald dan Ivan memainkan Routine Rokok dan Coin secara silent act dengan dibumbui sedikit humor )

RR : He he thanks....

JD : Akhirnya bisa juga ya ngobrol sama loe, setelah berkali kali gagal ketemuan. Bisa diceritain gimana mulanya kenal sulap?

RR : Gw pertama kali tau sulap dari bokap, waktu umur 4 tahun, waktu itu bokap pulang dari luar negeri dan bawa beberapa alat sulap, Linking Ring, Thumbtip dan Dinamic Coin.

JD : Wah bokap suka sulap rupanya?

RR : Iya, tapi cuma hobi aja. Bokap yang pertama kali ajarin gw sulap.
waktu umur 6 tahun pas ulang tahun gw di rumah, salah satu acaranya pertunjukan sulap dari kelompoknya Mr. Robin.

JD : Om Robin main?

RR : Ngga sih, muridnya mungkin. Gw dah lupa siapa... he he..

JD : Trus pernah belajar sulap secara khusus?

RR : Ngga, dari bokap dan dari begaul aja. ketemu Tara kardha, Denny Darko, Abu Ace Marlo dan teman teman dari Magic Castle (Ivan Christian). Trus belakangan dengan adanya KSB kita bisa saling share pengetahuan.

JD : Biasanya kalau abis nguasain trick siapa orang pertama yang loe tunjukin?

RR : Bokap donk, sekalian evaluasi. Kalau udah dibilang bagus baru gw tunjukin ke orang lain. Kan gw pertama kenal sulap dari bokap.

JD : Gw mau lompat nih nanyanya, gw denger di tahun 2007 lalu loe pernah tinggal di Beijing- China? dan ada pengalaman heboh yang berhubungan dengan sulap ya di sana?

RR : He he...tau dari mana?

JD : Ya dari teman teman loe. Ngapain sampe jauh jauh ke China? Ceritain donk.


Ronald Ricardo di tembok China - Great Wall

RR : Ceritanya sekolah, belajar bahasa China. Kan ada pepatah kejarlah ilmu walaupun sampai ke negeri China, he he he...Buat bisnis sekarang ini bahasa China perlu banget

JD : Gimana perkembangan dunia sulap di China? dan loe main sulap di sana?

RR : menurut gw sih sulap di sana masih kalah sama di sini.

JD : Kok? kan China lebih dulu kenal sulap?

RR : Iya sih, tapi yang gw liat di sana banyaknya sulap panggung campur akrobat. Kalau Street Magic jarang gw liat. di Beijing loh, ngga tau di tempat lain. Dari sejak berangkat dari Bandung, di airport, di pesawat gw main sulap, he he.... Gw tinggal di sana di dormitory yang juga sebagai hotel - Liyun Apart Hotel. Selama dua Minggu pertama di sana gw belum tau bahwa di kampus ada komunitas sulap juga. setelah tau akhirnya gw gabung begaul sama mereka.

Ada satu tempat yang udah lama gw cita-citain, main sulap di tembok China. Akhirnya kesampaian juga main di tempat legendaris - David Copperfield tembus tembok China dan gw bikin clip di sana. Tapi gw cuma main street magic he he he...


Ronald Ricardo perform di tembok China


video

Ronald Ricardo Great Wall clip 1

JD : Loe main pas di spot David tembus tembok itu?

RR: Wah gw ngga tau, ngga sempat nanya, tu tembok panjangnya 6400 km bo! Waktu itu pas kampus gw ngadain karya wisata ke sana. Jaraknya kira-kira satu setengah jam dari kampus gw.

video

Ronald Ricardo Great Wall clip 2

JD : iya, gimana spectator (penonton) di sana, banyak heckler (pengacau) ngga?

RR : Heckler? jarang sih, rata rata respon mereka bagus, spontan, ngga jaim. Kalau ditolak main pernah sih, waktu gw nyamperin orang orang di depan pasar barang barang palsu, pernah ditolak. Takut ditipu kali ha ha ha...


video

Ronald Ricardo Great Wall clip 3


video

Ronald Ricardo Great Wall clip 4


JD : Nah sekarang pertanyaan gw masuk ke point yang bikin heboh.

Gw juga denger lo pernah bikin gempar Beijing pake Ghost Vision, bener ngga?

RR : Bikin gempar Beijing? Gila aja kali...!!! maksudnya kampus sama dormitory gw kali?

JD : He he iya, gitulah, gimana ceritanya?

RR : Hmm…asrama yang juga merangkap hotel tempat gw tinggal - Liyun Apart Hotel - terdiri dari sebelas lantai. Gw udah sebulan di sana, waktu itu gw sama teman – teman yang juga dari Indonesia lagi ngumpul-ngumpul di kamar teman gw di lantai paling atas, lantai sebelas. Ada yang asal Surabaya, Jakarta dan kota-kota lain. Sekitar jam 12 malam, kita lagi main kartu, gw iseng pengen jajal efek gimmick Ghost Vision. Trus gw bikin deh skenario yang efeknya ternyata jauh diluar dugaan gw.

Di kamar teman gw itu ada enam orang termasuk gw. Lagi asik main kartu gw bilang sama mereka, “Eh perasaan gw ngga enak nih, pada denger ngga suara jedak-jeduk?” Trus kita pada keluar kamar ke koridor, ngga ada apa apa. (ya iyalah…)
Gw pinjem handphone teman gw yang ada kameranya - waktu itu hp gw ngga ada kamera, trus gw jepret ke arah koridor. Setelah gw liat hasilnya, gw pasang muka pucat! Mereka pada liat juga tu handphone, trus pada nyengir ketakutan….dua jam ngga ada yang berani keluar kamar. Ada yang berdoa terus, sumpah bro! Ini hasil gambarnya.


Ghost Vision di koridor asrama di Beijing

JD : Look real ya….trus?

RR : Gw ngga nyangka hasilnya seheboh itu dan itu belum apa apa. Rupanya tu gambar dalam waktu cepat udah beredar lewat MMS. Sampe di cek sama ahli Photo di sana yang juga jago photoshop. “Asli! Ngga ada rekayasa, satu layer!” katanya. (ya iyalah…lagi). Efek yang lebih jauh, Cewe Thailand yang posisi kamarnya pas di lokasi si ghost tertangkap kamera, langsung pindah asrama.

JD : Ya iya donk, kan mirip sama film hantu Thailand yang judulnya apa tuh? Shutter ya? Yang ngeri banget! Hantunya main basket di koridor.

RR : He he iya, trus yang lebih parah manager sama security hotel sampe tau dan nanya apakah perlu dipanggil orang pintar? Kacau deh!

JD : jadi dipanggil orang pintar?

RR : Ngga sih… malahan yang lebih kacau tu gambar di-print, trus ditempel di lobby hotel, parahkan? Kerjaan anak-anak. Tapi cuma bertahan dua hari udah hilang. Dicabut kali sama manager. Bisa bikin kacau tingkat hunian hotel……

JD : Emang parah loe!

RR : Belum selesai….Pas Weekend kita lagi pada dugem, ketemu sama banyak mahasiswa dari kampus lain. mereka nanya, emang bener ada hantu di dorm loe? Wah rupanya tu cerita sama MMS udah beredar jauh banget – out of control. Kampus-kampus lain jadi pada tau.
Malahan abis itu banyak cerita lain beredar, ada yang bilang liat hantu melayanglah di jendela, dan macam-macam lagi. Belakangan gw baru tau bahwa lokasi dorm gw tuh dulunya kuburan. Cerita makin ngga terkendali deh.

JD: Trus kebongkar rahasia loe?

RR : Sampe gw balik ke Bandung sih ngga kebongkar. Kalau kebongkar mampuslah gw! Itu kecelakaan efek. Ha ha ha….

JD : Gokil-surokil! Mantab-markantab! Kayaknya loe musti tulis surat tuh ke pencipta Ghost vision…… Andrew Mayne. He he he.... ganti topiiik…..!

Setelah balik ke Indonesia pria kelahiran 1983 ini membentuk duo magician bersama Ivan Christian aka Ivan Coin. Selain sebagai magician, Ronald juga seorang pengusaha di bidang furniture di kota Bandung.




Ronald Ricardo - Gong Show


JD : pertanyaan dasar nih, seni sulap menurut loe apa sih?

RR : Mmm..pertanyaan gampang-gampang susah. Yang jelas sulap tuh merupakan seni, jadi sulap ya seni yang menampilkan sesuatu yang ngga mungkin jadi mungkin – make the impossible be possible. Dan apapun yang kita lakukan dengan sulap tujuannya untuk menghibur. Seperti yang dikatakan Robert Houdin – Bapak sulap modern. “Magician is an actor who play a roll as a magician” Kalau gw terjemahin, “Pesulap adalah seorang aktor yang sedang memerankan dirinya sebagai orang yang dalam tanda kutip dapat mengilusikan efek-efek yang ajaib.” Jadi pesulap sebenarnya adalah seorang aktor, dan tujuannya untuk menghibur dengan “tools”-nya sulap.

JD : Mm….dalem juga. Kalau menurut loe lagi, pesulap di Indonesia udah bisa jadi profesi yang menjanjikan belum?

RR : Na ini yang juga susah gw jawab. Bagi sebagian pesulap mungkin udah bisa jadi profesi utama dan menjanjikan, tapi bagi sebagian lainnya belum. Tingkat apresiasi masyarakat Indonesia juga berpengaruh. Sampai dimana dan seperti apa mereka memandang seni ini. Dari sisi pesulapnya, kita juga harus berjuang agar seni ini dipandang tinggi oleh masyarakat Indonesia.

JD : Oke, kalau scene sulap atau lingkungan pesulap di Bandung menurut loe gimana?

RR : Gw ngga tau ya di kota-kota lain, menurut gw selama yang gw rasain, atsmosphere sesama pesulap di Bandung bagus, yang muda-muda ya. Kita saling men-suport dan saling share dalam meningkatkan performance.

JD : Loe setuju ngga kalau belajar sulap harus mahal?

RR : menurut gw sulap memang harus “mahal” karena yang kita tampilin kan sebuah hiburan yang sarat mistery.Salah satu kuncinya adalah secrecy – kerahasiaan – kalau semua orang tau rahasianya dengan mudah dan murah, ya basi donk sulapnya. Jadi mahalnya sulap juga merupakan salah satu filter bagi yang mau serius mendalami seni ini atau cuma main-main dan cuma ingin tau doank trus bongkar-bongkarin rahasianya seenaknya. Kalau dia mendapatkannya dengan “mahal” logikanya dia juga akan menjaga secrecy itu dengan hati hati.

JD : jenis sulap yang loe mainin apa?

RR : sekarang sih masih general, tapi kayaknya gw mengarah jadi illusionist deh.

JD : Ada magician yang loe idolain atau jadi inspirator loe?

RR : yang jelas David Copperfield ya, dari semua aspek sebagai seorang entertainer dia perfect. Trus Cyril takayama, permainannya smooth dan juga perfect.

JD : kalau criss Angel

RR : Menurut gw permainan dia gayanya agak-agak hard core, bukan ngga bagus, cuma bukan style gw aja.

JD : Dari keluarga atau orang terdekat, semua support loe terjun ke dunia sulap?

RR : Iya donk, kan justru dari bokap gw bisa terjun ke dunia mistery ini. Orang terdekat (Eva) ya jelas dong, dia support abisss..! he he he...

JD : Last question..Apa program Synergy yang paling dekat?

RR : Bulan Juni atau Juli ini synergy road show ke Bali.

JD : Ok deh, thanks ya atas waktunya ngobrol bareng Black Jade Magic, good luck semoga sukses ke depannya.

RR : Ok, sukses juga buat Black Jade Magic Magazine-nya….


(Semoga Ronald tidak ditangkap oleh Interpol dan diadili di China karena kasus Ghost Visionnya yang bikin heboh Beijing, terungkap setelah pihak China membaca obrolan ini…. oops!)

Senin, 03 Maret 2008

Prepare To Conrad Jupiter Casino - Gold Coast - Australia

Bandung 2 Maret 2008, Saya (Jack Delab) kontibutor Black Jade Indonesian Magic Magazine bersama Invicible 999Denny Darko dan Abu Ace Marlohang out bareng dengan TrilogyOge Arthemus, Bow Vernon dan Budi Faro

Mpok Lela...tempat makan di daerah dago atas yang bernuansa arsitektur tradisional dan alami, dengan bakso dan mie-nya yang enak. Jadi tempat ketemuan kami di Minggu siang yang cerah cenderung mendung ( loh?). Tempat makan Mpok Lela ini sebenarnya lebih enak didatangi malam hari, karena kita bisa lihat kota Bandung yang indah dengan lampu lampunya.

Mumpung lagi ketemu dengan personal Trilogy secara lengkap – setelah sehari sebelumnya mereka perform di gedung Sabuga -ITB-Bandung dalam rangka road show Trilogy - maka saya melakukan wawancara sedikit dengan mereka untuk di Black jade Magic Magazine edisi Maret 2008.

Setelah selesai, kamipun ngobrol, ngga jauh jauh kalau magician ketemu, yang di obrolin ya tentang sulap juga...

Abu Ace Marlo, Budi Faro dan Denny Darko sempat perform buat kita kita.

Setelah ngobrol banyak tentang sulap dan tambahan canda ngga jelas lainnya sambil ngabisin bermangkuk mangkuk mie yamin dan mie ayam jamur Mpok Lela yang emang enak bangets... Akhirnya, di sore hari dengan diiringi gerimis, kami berpisah dengan Trilogy, karena mereka harus kembali ke Jakarta sore itu juga.

Setelah berpisah dengan Trilogy, Denny Darko-pun berpisah dengan kami, melanjutkan acaranya sendiri.

Sedangkan saya, karena ada keperluan ngobrol sedikit tentang rencana keberangkatan Abu Ace Marlo ke Conrad Jupiter Casino di Gold Coast Australia esok hari, maka sayapun satu mobil dengan Abu menuju rumahnya.

Untuk sedikit gambaran tentang Abu Ace Marlo. Pria kelahiran Bandung 4 juni 1982 ini bersama rekannya, Denny Darko, membentuk duet Magicians dengan nama Invicible 999 dan memproklamirkan diri mereka sebagai Corporate Magicians.


Abu Ace Marlo

Denny Darko rekannya, sebagai Mentalist dan Abu Ace Marlo sebagai Cardician, walau belakangan sering juga memainkan ilusi.

Abu yang juga sedang menyelesaikan pendidikan S2-nya di ITB, membuat dosen dosennya bingung sekaligus tertarik, dengan tesisnya yang berjudul: “Corporate Magic as a New Business Development

Abu Ace Marlo juga pernah mengukir prestasi di bidang sulap dengan meraih juara 2 Close up Magic pada Bandung Magic Competition di akhir tahun 2007 kemarin, terkait dengan peluncuran buku “Book of Magic” karya Deddy Corbuzier dan murid muridnya di Pentagram.

Di dalam mobil Abu Ace Marlo menuju rumahnya disertai hujan yang mulai deras, sayapun mulai tanya tanya kepadanya tentang rencana keberangkatannya besok.


Abu Ace Marlo - Patung Garuda Wisnu kencana - Bali


Prepare to Conrad Jupiter Casino Australia



Conrad Jupiter And Casino Hotel Gold Coast


Jack Delab (JD) : Bisa diceritakan dari awal gimana prosesnya sampai bisa ikut audisi untuk Jupiter Casino di Gold Coast Australia?

Abu Ace Marlo (AAM) : Jangan di Expose lah pak...malu...

JD : Ngga apa apa...

AAM : Mmmm gini....beberapa bulan lalu saya dapat info dari seorang kerabat saya di Australia, bahwa Conrad Jupiter And Casino Hotel Gold Coast pantai Timur Australia, membuka audisi untuk Mencari Home Magician.

Waktu itu bulan Desember awal…tahun 2007, terus saya kirim CV dan semua DVD profile saya, ngga ada ekspektasi apa apa buat saya, ya secara…kan ngga ada ruginyalah…(tertawa)

Setelah satu setengah bulan, kira kira pertengahan Januari 2008, saya dapat informasi dari pihak Jupiter Casino, bahwa audisi akan dimulai dan saya termasuk yang lolos dari ratusan pelamar. Mereka menyortir hingga tinggal 28 orang, dan saya termasuk diantaranya. Ha ha ha…mungkin saya cuma beruntung, saya ada di urutan ke 27.

JD : Audisi itu untut Kriteria apa?

AAM : Untuk mencari Close up Magician. Menurut info yang saya dapat…konon kabarnya Stage Magician di sana banyak, tapi Close up Magician jarang banget…

toko sulap juga ngga ada. Bahkan saya pernah minta dicarikan alat sulap kepada kerabat saya di sana – Gold Coast, Brisbane, kata mereka ngga ada toko sulap di kota itu. Ga tau yah kalau di kota kota besarnya seperti Sydney gitu, pasti adalah.



Gold Coast Malam Hari

JD : Wah…!! Kalah donk dengan di Indonesia? Disini aja ada toko toko sulap di kota kecil. Di Salatiga aja ada…

AAM : He he.. iya yahhh…punyanya Ray Speed.

JD : semua komunikasi dengan Jupiter Casino lewat e-mail?

AAM : Iya lewat e-mail, kecuali CV, DVD profile dan video-video show saya dikirim dengan paket – Fedex.

Balasan e-mail dari Jupiter Casino isinya pemberitahuan jadwal audisi. Jadwalnya tanggal 8 February 2008 kemarin, harusnya giliran saya audisi.

JD : Udah lewat donk?

AAM : Iya, …Gini ceritanya….ada masalah pengurusan visa. Yang biasanya proses pengurusan visa satu Minggu, buat saya sampai satu bulan lebih prosesnya. Ngga tahu kenapa? Mungkin karena nama saya ada Abu Abu-nya… gitu. Terorrist !!! Ha ha ha….(Nama asli Abu Ace Marlo – Riza Abu Sofyan).

Saya sempat hilang harapan… ngga mungkin saya bisa memenuhi jadwal audisi tanggal 8 februari 2008. Mungkin memang belum waktunya saya pergi kesana. Akhirnya saya kirim e-mail ke Manajer Jupiter Casino.
Isinya pemberitahuan bahwa visa saya tuh ngga bisa cepat cepat selesai, jadi tanggal 8 February saya akan miss, kalau ada magician lain sebagai pengganti, silahkan saja… Gitu isi e-mail saya.

Eh ngga tahunya pihak Jupiter Casino balas e-mail saya. Isinya, “Oke, we will wait you until the end of February.”

Wah..ada lagi dong harapan saya .….
Dua Minggu berselang, saya cek lagi visa ke Embassy, ternyata ada masalah lagi. Kata pihak kedutaan Australia, ada satu formulir yang belum saya isi, padahal tidak ada pemberitahuan sebelumnya bahwa saya harus mengisi formulir itu. Jadi saya harus submit lagi, tunggu waktu lagi…….sampai jadi tuh akhir February kemarin, tanggal 26.

JD : So?

AAM : “Ya..ini memang benar benar ngga harus pergi kali ya,” saya mikir gitu. Saya E-mail lagi, dengan perasaan sudah sangat sangat malu gitu….Pihak sananya udah ngasih kesempatan sampai akhir Februari…Visa jadinya telat, dan akhir February tuh saya ngga mungkin bisa ada di sana. Karena baru ada Flight tanggal 3 maret 2008.

Isi e-mail saya yang terakhir, permohonan maaf yang sangat sangat dari saya, karena masalah visa dan flight yang saya hadapi. Kali ini saya benar benar udah pasrah bangetss…ga ada harapan untuk ke dua kalinya.

Ada e-mail balasan dari pihak Conrad Jupiter Casino.
Saya bukanya aja udah males, paling isinya marah marah….
Saya buka juga sih e-mailnya. Eh! emang dasar baik kali ya pihak Jupiter Casinonya. Mereka kasih kesempatan lagi buat saya untuk audisi tanggal 8 maret 2008.

He he he ya udah, akhirnya rencananya besok saya berangkat tanggal 3 Maret.

JD : He he he cerita yang mengharukan ya….
Audisinya sendiri ada berapa tahap?

AAM : Ada tiga tahap audisi, sampai nanti tinggal 3 Magicians, dan akan dikontrak sebagai Home Magician mulai akhir Juni 2008 selama 3 bulan di sana.

JD : Ada persiapan khusus ngga buat menghadapi audisi ini?

AAM : Persiapan khusus? Ngga ada sih, kalau latihan walaupun ngga ada audisi saya tetap latihan tiap hari. Paling paling bikin Pattern patern baru dan meng-combine- combine gitu.

(just info : walaupun lagi nyetir, Abu tetap pegang kartu)

JD : Kalau targetnya gimana?

AAM : mmm….kalau boleh jujur nih, dari lubuk hati saya yang paling dalam, sampai di audisi pertama saja sudah untung.

JD : Loh kenapa? Optimis dong …!

AAM : He he..iya sih..tapikan saya ngukur kemampuan juga. Kalau lihat profile profile peserta lain, rata rata mereka udah punya pengalaman di atas 10 tahun lebih. Bahkan ada yang udah 15 tahun. Sedangkan saya, secara… kan baru 4-5 tahun pengalaman…Yang penting saya akan melakukan yang terbaik dengan seluruh kemampuan saya. Lumayanlah tambah pengalaman untuk nambah nambahin Portofolia….

JD : Emang peserta lain dari mana aja?

AAM : Saya cuma tahu yang 28 orang aja, yang ngga lolos untuk audisi saya ngga tahu. Mereka dari Jepang, Korea, Philipina dan Singapura. Yang paling banyak sih dari jepang.

JD : Kalau dari Indonesia?

AAM : dari Indonesia cuma saya sendiri.

JD : Kenapa ya?

AAM : Mungkin karena informasinya kurang, malah di website-nya Conrad Jupiter Casino sendiri ngga ada info tentang audisi itu.

JD : Kalau biaya berangkat ke sana siapa yang tanggung?

AAM : O iya, Pihak sana menanggung biaya transportasi peserta audisi return dengan maskapai Qantas. Cuma buat satu orang. Tapi akomodasi ngga ditanggung.



JD : Ini pertanyaan agak pribadi sedikit ya. Setahu saya Abu ini kan religius Magician (Abu ngga pernah tinggal Sholat)

AAM : Ha ha ha bisa aja..

JD : Kok mau main di Casino?


Conrad Jupiter Casino

AAM : Mmm..pertama sih saya anti ya, dengar Casino dan judi judi gitu, tapi saya pikir di sanakan saya ngga ngelakuin yang kaya gitu gitu.. Tugas saya cuma menghibur dengan magic. O ya, gambaran kasinonya di sana ngga kaya Vegas….banyak fasilitas lain di sana. Mungkin kaya Dufannya disini. Kalau weekend setengah dari penduduk Goldcoast numplek di sana. Juga keluarga.


Gold Coast siang hari


JD : O.. jadi konsepnya Casino keluarga ya…?

AAM + JD : Hua ha ha ha…

JD : Oks deh Abu, Saya doain sukses di sana,
Good Luck…!!!

JD : Eh ada yang lupa, Abu berangkat sendiri? Istri ditinggal dong?

AAM : He he ngga dong….istri saya ikut, kan sekalian pulkam (pulang kampung), tapi biaya sendiri. (istri Abu Marlo orang Australia)

JD : Ha ha iya lupa….enak dong, jadi tinggalnya di sana di rumah sendiri ya?

AMM : Iyalah….sekalian bulan madu lagi…..

JD+AAM : Bhua ha ha ha ha…….



Abu And Wife - Donna

--------------------------

Update : Abu Ace Marlo sudah lolos audisi pertama dan menunggu audisi kedua...



Abu Ace Marlo - Jupiter Casino Gold Coast
Australia

Jumat, 29 Februari 2008

Bicycle Ace of Spades sebagai kartu kematian


Bagi para Magician - terutama Cardician, kartu bermerek Bicycle tentu sudah tidak asing lagi.

kalau ngga pakai Bicycle ngga afdol...kata mereka (sebagian besar)
Memang Bicycle playing Card merupakan kartu favorite buat para Cardician yang belakangan lebih senang disebut sebagai Card Mechanics.

Namun ada sedikit kisah sisi gelap yang pernah terjadi pada kartu Bicycle ini - khususnya Bicycle Ace of Spades. jika para cardician sering melakukan trick card to mouth... pada sekitar pertengahan tahun 1960-an, tentara Amerika pada masa perang Vietnampun pernah melakukannya. But they did it to dead bodies...

Playing card, atau yang secara salah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan istilah kartu Remi - ( Remi hanyalah salah satu nama permainan kartu yang sangat popular) – sudah berumur sangat lama. Sejarah mencatat asal-usul playing card bermula dari daratan China pada abad ke 9, setelah ditemukannya tehnik pembuatan kertas oleh bangsa China.

Dengan perjalanan sejarah yang cukup panjang, hingga pada abad14, sampailah playing card di daratan Eropa melalui bangsa Mesir. 52 lembar kartu seukuran genggaman tangan ini juga mengalami banyak perubahan pada desain gambar gambarnya. Desain yang sekarang sering kita jumpai saat ini merupakan desain dari Negara Perancis.


Desain klasik Perancis

Amerika Serikat baru mulai memproduksi sendiri kartu kartunya sejak tahun 1800-an. Perusahaan yang memproduksi playing card terbesar di Amerika dan juga terbesar di dunia adalah United State Playing Card Company(USPC) yang bermarkas di Cincinnati, Ohio, AS.


USPC Company Cicinnati, Ohio. AS

USPC memproduksi playing card dengan merek merek Bicycle, Bee Club Cards, Aviator, Aristocrat, dan Hoyle. USPC memproduksi lebih dari 100 juta deck kartu setiap tahunnya.



Selain memproduksi playing card untuk umum, USPC juga menyuplai produknya bagi casino casino di dunia dan kalangan Militer Amerika.

Hubungan “mesra’ USPC dengan militer Amerika sudah berlangsung cukup lama. Sejak masa perang dunia ke dua.

Pada masa perang dunia II, USPC memproduksi “Spotter” deck dengan desain militer. Kartu kartu tersebut memiliki gambar pesawat pesawat terbang, kapal perang dan tank tank musuh. Jadi tentara Amerika dapat dengan mudah mengenali mesin mesin perang lawan dengan melihat gambar gambarnya dari kartu kartu yang mereka bawa.

Selain itu juga ada produk yang dinamakan - “Secret Deck” – dan dikirim ke penjara di Jerman - juga pada masa perang dunia II- dimana banyak tentara Amerika yang ditawan pada masa itu. Lembaran kartu ini jika direndam di dalam air, lapisan kartunya akan dengan mudah dikelupas, yang ternyata terdapat gambar gambar rahasia. Jika ke 52 kartu di disusun dilantai, akan terbentuk gambar rute peta pelarian bagi para tahanan dari penjara tersebut.

Pada masa perang Irak USPC bahkan memproduksi playing card dengan desain Iraqi Most Wanted dan dibekalkan pada setiap tentara Amerika yang bertugas di Irak. Desain ke 52 kartu tersebut bergambar presiden Irak saat itu, Saddam Hussein dan petinggi petingginya serta anak anak Sang Presiden. Saddam Hussein menempati urutan pertama dari gambar kartu Iraqi Most Wanted, yaitu Ace of Spades (Aas Sekop). Orang nomer satu yang paling dicari Amerika saat itu.


kartu Ace of spades bergambar Saddam Hussein


Namun cerita paling fenomenal dalam sejarah hubungan USPC dengan kalangan Militer AS terjadi pada masa perang Vietnam.

Seperti kita ketahui, perang Vietnam merupakan perang saudara antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan.


Peta Vietnam

Vietnam Selatan didukung Amerika melawan Vietnam Utara yang berideologi komunis dan berakhir pada tahun 1973 dengan kemenangan di pihak Vietnam Utara.

Perang Vietnam sendiri merupakan mimpi buruk bagi banyak warga Amerika yang kehilangan kerabat, suami dan anak laki laki mereka, untuk perang yang mereka anggap sia sia…56.000 jiwa tentara Amerika terenggut selama perang 9 tahun itu.

Rambo…tokoh fiktif dalam film dengan judul yang sama – diproduksi oleh Hollywood- merupakan sedikit obat sementara untuk melupakan kekalahan Amerika di Vietnam.


John Rambo


Seorang tokoh rekaan yang bernama John Rambo, seorang diri dengan senjata seadanya, mampu mengalahkan ratusan tentara Viet Cong demi menyelamatkan tentara tentara Amerika yang ditawan di Vietnam.

Namun sekali lagi, Rambo hanyalah tokoh fiktif rekaan Hollywood demi menghapus trauma kekalahan Amerika di Vietnam.

Rambo dunia nyata pada perang Vietnam, figure yang secara psikologi menjadi booster keberanian para tentara Amerika di perang gerilya tersebut adalah….Bicycle Ace of Spades. Kartu Aas Sekop dari Bicycle playing card pernah menjadi mimpi buruk bagi para Viet Cong. Ace Of Spades menjadi symbol kartu kematian atau The Death Card.


Why?


Let the story begins……


Suatu siang di sebuah desa kecil antara daerah Duc Pho dan Mo Duc di Vietnam utara tahun 1967.

Sebuah helikopter pasukan Amerika meraung raung di atas desa yang diduga sebagai salah satu markas Viet Cong.



Helikopter pasukan Amerika di atas desa Viet Cong


Bukan hujanan tembakan yang diluncurkan dari capung besi Amerika itu, melainkan ribuan lembar kartu produksi USPC - ya Bicycle playing card. Namun anehnya, seluruh kartu yang disebarkan hanyalah Ace of Spades – hanya Aas Sekop.


Tak lama kemudian….

Pasukan darat Amerika dengan sandi : Operation Baker, bersama dengan tank tank besarnya, melakukan penyerangan dengan membakar rumah rumah beratap rumbia dan melemparkan granat granat ke dalam bunker bunker yang diduga sebagai tempat persembunyian para Viet Cong.


Tank pasukan Amerika mengempur desa Viet Cong


Pertempuran Frontalpun tak terhindarkan antara pasukan Amerika dan Viet Cong. Tak dapat dielakkan lagi, banyak korban berjatuhan di pihak Viet Cong. Pasukan Viet Cong yang secara kasat mata tidak berbeda penampilan dengan petani biasa, mundur masuk ke dalam hutan setelah merasa tak ada kemungkinan menang melawan pasukan Amerika serta tank tanknya.


Setelah dirasa cukup aman, pasukan Operation Baker menyisir desa yang telah porak poranda.


Pasukan Operation Baker menyisir desa Viet Cong

Hanya orang tua dan wanita serta anak anak kecil tak berdosa yang tertinggal disana. Pandangan mata nanar anak anak kecil yang tampak kebingungan dan ketakutan, mengikuti langkah pasukan Amerika dengan helm tempur bergambar Ace of Spades menyisir desa mereka.







Mayat mayat pasukan Viet Cong bergelimpangan di atas tanah dengan lubang lubang bekas tembakan di tubuh mereka. Pasukan Operation Baker menghampiri tubuh tubuh tak bernyawa itu. Bukan bermaksud menguburkan, seorang Letnan justru mengeluarkan satu deck Bicycle Playing card dari kantongnya. Satu deck kartu yang semuanya Ace of Spades. Selembar kartu diambilnya, dan…dijejalkan ke mulut mayat seorang Viet Cong dengan dibantu rekannya menggunakan kaki, untuk memudahkan masuknya kartu ke mulut tubuh tak berkutik itu.





Tindakan menjejalkan Ace of Spades kartu Bicycle ke mulut mayat mayat Viet Cong-pun diikuti oleh rekan rekannya yang lain.

Setelah semua mayat Viet Cong dijejali kartu, tindakan selanjutnya adalah : menebarkan kartu kartu Ace of Spades lainnya di sekeliling mayat mayat tersebut.

Pasukan Operation bakerpun pergi meninggalkan desa yang telah di bumi hanguskan. Meninggalkan ribuan lembar Ace of Spades dari Bicycle playing card dan menabur trauma kepada anak anak kecil yang tak mengerti kenapa mayat mayat kerabat mereka dijejali kartu ber-simbol daun hitam dengan gambar wanita di tengahnya – ( lambang Ace of Spades – kartu Bicycle)





Cuplikan film dokumenter Operation Baker

Cerita dimundurkan sedikit….


Januari 1966… Pada masa perang Vietnam, pasukan America Brigade ke 3 dengan nama “Tropic Lightning” membangun base camp di sebuah bukit di luar kota Pleiku, Vietnam Selatan.

Sudah menjadi kebiasaan pasukan Amerika, jika ada waktu luang (tidak sedang berperang), mereka habiskan waktu dengan bermain kartu. Bicycle playing card produksi USPC menjadi kartu favorite mereka dan menjadi bekal “wajib” di setiap ransel pasukan Amerika, selain majalah yang dikirim secara rutin dari Amerika (majalah Playboy jadi urutan no 1 dari daftar perbekalan mereka).

Suatu sore tanpa peperangan, selagi sebagian pasukan asik bermain kartu. Seorang pemimpin platoon menghampiri mereka dengan membawa sebuah media masa yang baru diterimanya - Stars and Stripes. Ada satu artikel di majalah itu yang membahas tentang tingginya kepercayaan rakyat Vietnam kepada hal hal yang berbau supranatural. Antara lain ketakutan mereka kepada lambang Ace of Spades dan gambar seorang wanita. Diceritakan di artikel tersebut lambang sekop pada kartu Aas merupakan lambang kematian bagi rakyat Vietnam, dan gambar seoarang wanita merupakan dewi Kematian.


Lambang Ace of Spades pada kartu Bicycle

Kurang jelas dari mana rakyat Vietnam punya konsepsi lambang sekop sebagai lambang kematian. Sebagian teori mengatakan konsep itu dari kartu tarot yang dibawa oleh Perancis selama pendudukan Perancis di Vietnam dari tahun 1862 sampai tahun 1954. Pada kartu tarot, Ace of Spades merupakan kartu kematian atau Death Card.

Sebagian teori mengatakan bahwa pada kepercayaan tradisional rakyat Vietnam, lambang kematian mirip dengan lambang sekop pada playing card atau kartu tarot.

Setelah para tentara membaca artikel tersebut, mereka menyadari Ace of Spades pada kartu Bicycle mempunyai dua hal yang dipercaya ditakuti oleh rakyat Vietnam.

Lambang sekop sebagai lambang kematian, dan gambar Lady Liberty di tengah gambar sekop dapat ditafsirkan sebagai Dewi kematian bagi rakyat Vietnam.

Entah siapa yang memulai, sejak itu setiap deck kartu pasukan tersebut hanya berjumlah 51 (diluar joker) karena Ace of Spadesnya sudah berpindah… bertengger di helm para tentara brigade ke 3 tersebut.



Kartu Ace of spades di helm Tentara Amerika


Salah seorang letnan Kolonel dari brigade ke 3 itu, Charles W. Brown menulis surat kepada USPC yang isinya minta dikirimkan kartu Bicycle yang hanya berisi Ace of Spades.


Surat dari letnan Kolonel Brown pun sampai ke meja Mr. Allison F. Stanley Direktur dari USPC. Rupanya Mr. Stanley pernah kehilangan seorang anaknya dalam perang dunia II dan berhasrat membantu militer AS dimanapun berada. Pada hari yang sama setelah surat itu diterima. Ribuan deck kartu Bicycle yang hanya terdiri dari Aces of Spades dikirim ke Vietnam. Secara gratis….

Kiriman selanjutnya bahkan diproduksi bungkus kartu khusus bertuliskan – SECRET WEAPONS – BICYCLE ACES OF SPADES. Kartu kartu tersebut diharapkan dapat menjadi psychological operation weapon.



Selanjutnya, seperti yang telah diceritakan diatas, Bicycle Aces of Spades menjadi dipercaya oleh tentara Amerika sebagai lambang kematian dan Dewi kematian bagi rakyat Vietnam.


Benarkah demikian?


Setelah perang Vietnam berakhir, dengan kekalahan di pihak Vietnam Selatan yang dibantu Amerika. Mr. Stanley pernah bertanya kepada Letnan kolonel Brown sebagai orang yang pernah menulis surat kepadanya dan meminta Bicycle Aces of Spades sebagai psychological operation weapon.

Apakah anda pernah melihat para Viet Cong lari ketakutan ketika melihat lambang dari Ace of Spades?”

Brown menjawab, “ Hmm yang jelas, kami telah melakukannya. Setiap membersihkan sebuah desa Viet Cong, setidaknya kami telah meninggalkan pesan bahwa kami pernah berada disini dengan menaruh kartunya di tubuh mayat mayat mereka dan memenuhi desa dengan kartu kartu tersebut.”

Dan yang lebih penting, Ace of Spades justru lebih sebagai Booster semangat bagi tentara Amerika, dan diadaptasi oleh unit unit lainnya sebagai Ikon dan ditaruh di helm helm mereka. “ ujar Brown.

Pada Operation Desert Storm di Irak, permintaan Bicycle Ace of Spades membanjir dari tentara Amerika yang berperang disana, untuk disematkan di helm mereka. Padahal Ace of Spades tidak memiliki makna apa apa bagi rakyat Irak selain sebagai salah satu gambar dalam satu deck kartu.

Rupanya menaruh kartu Aas Sekop pada helm tentara Amerika saat ini lebih merupakan tradisi dan pendorong semangat mereka daripada sebagai psychological operation weapon seperti di Vietnam…..

---

Benarkah Bicycle Aces of Spades tidak berpengaruh apa apa bagi rakyat Vietnam? Hmmm….mungkin memang tidak ada pengaruh psikologi untuk para Viet Cong pada saat perang Vietnam berlangsung.

Namum bagaimana dengan anak anak kecil Vietnam yang pada saat itu melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana tentara Amerika menjejali mayat ayah, kakak atau kerabat mereka dengan kartu Aas Sekop? Bukankah tentara Amerika sendiri yang menjadikan mithos itu menjadi nyata bagi anak anak kecil pada cuplikan film dokumenter Operation Baker di atas? ketakutan mereka terhadap Aas Sekop sebagai kartu kematian (death card) justru dimulai pada saat itu…..

Kamis, 07 Februari 2008

Female Magicians

Indonesian's Duo Female magicians




Watch....Their debutan on ANTV
Friday - February - 08 - 2008 - 18.30 pm



Sheiva


They are not only gorgeous

But

They are very talented in Magic....


Don't miss their performance...!!


o0ps...!!! diundur jadi tanggal 15 Februari
(Jika ANTV ga undurin lagi)


Riska, Demian, and Risa